Pendahuluan
A.
PENGERTIAN BIOTEKNOLOGI
Definisi dan Pengertian Bioteknologi
Dalam kurun waktu 20 tahun terakhir ini, bioteknologi telah mengalami perkembangan sangat pesat. Di beberapa negara maju, bioteknologi mendapatkan perhatian serius dan dikembangkan secara intensif dengan harapan dapat memberi
solusi untuk mengatasi berbagai permasalahan yang dihadapi manusia pada saat ini
maupun yang akan datang yang menyangkut; kebutuhan pangan, obat-obatan,
penelitian, yang pada gilirannya semuanya bertujuan untuk meningkatkan
Sebagai ilustrasi; penemuan-penemuan baru dibidang immunologi (ilmu yang
mempelajari sistem kekebalan tubuh) telah berhasil diproduksi antibodi-monoklonal
(MAb) secara massal. Penemuan MAb dengan metode klonasi (clone), memiliki
kelebihan antara lain: peka (sensitivitas), khas (spesifitas), dan akurat. Selain itu,
MAb dapat pula digunakan untuk memberikan jasa pelayanan dalam berbagai hal
seperti: diagnosis suatu penyakit dengan akurat, pencegahan dan pengobatan
penyakit. Kontribusi MAb telah dapat dirasakan manfaatnya khususnya dalam dunia
riset (research) seperti: enzymeimmunoassay (EIA), radioimmunoassay (RIA), dan
immunositokimia (immunocytochemistry).
Istilah bioteknologi untuk pertama kalinya dikemukakan oleh Karl Ereky,
seorang insinyur Hongaria pada tahun 1917 untuk mendeskripsikan produksi babi
dalam skala besar dengan menggunakan bit gula sebagai sumber pakannya (Suwanto,
1998). Beragam batasan dan pengertian dikemukakan oleh berbagai lembaga untuk
menjelaskan tentang Bioteknologi. Beberapa diantaranya akan diulas singkat sebagai
berikut:
1. Menurut Bull et al. (1982), bioteknologi merupakan penerapan asas-asas sains
(ilmu pengetahuan alam) dan rekayasa (teknologi) untuk pengolahan suatu bahan
dengan melibatkan aktivitas jasad hidup untuk menghasilkan barang dan/atau
jasa.
2. Bioteknologi merupakan penerapan prinsip-prinsip ilmu pengetahuan dan
kerekayasaan untuk penanganan dan pengolahan bahan dengan bantuan agen
biologis untuk menghasilkan bahan dan jasa (OECD,1982).
3. Bioteknologi adalah teknik pendayagunaan organisme hidup atau bagian
organisme untuk membuat atau memodifikasi suatu produk dan
meningkatkan/memperbaiki sifat tanaman atau hewan atau mengembangkan
mikroorganisme untuk penggunaan khusus (OTA-US, 1982).
4. Menurut Primrose (1987), secara lebih sederhana bioteknologi merupakan
eksploitasi komersial organisme hidup atau komponennya seperti; enzim.
5. Bioteknologi berasal dari dua kata, yaitu 'bio' yang berarti makhuk hidup dan
'teknologi' yang berarti cara untuk memproduksi barang atau jasa. Dari paduan
dua kata tersebut European Federation of Biotechnology mendefinisikan
bioteknologi sebagai perpaduan dari ilmu pengetahuan alam dan ilmu rekayasa
yang bertujuan meningkatkan aplikasi organisme hidup, sel, bagian dari
organisme hidup, dan/atau analog molekuler untuk menghasilkan produk dan
jasa.
6. Atau secara tegas dinyatakan, Bioteknologi merupakan penggunaan terpadu
biokimia, mikrobiologi, dan ilmu-ilmu keteknikan dengan bantuan mikroba,
bagian-bagian mikroba atau sel dan jaringan organisme yang lebih tinggi dalam
penerapannya secara teknologis dan industri (EFB., 1983)
Berdasarkan terminologinya, maka bioteknologi dapat diartikan sebagai
berikut:
“Bio” memiliki pengertian agen hayati (living things) yang meliputi; Organisme,(bakteri, jamur (ragi), kapang), jaringan/sel (kultur sel tumbuhan atau hewan), dan/atau komponen sub-selulernya (enzim).
2. “Tekno” memiliki pengertian teknik atau rekayasa (engineering) yaitu segala sesuatu yang berkaitan dengan rancang bangun, misalnya untuk rancang bangun suatu bioreaktor. Cakupan teknik disini sangat luas antara lain; teknik industri
dan kimia.
3. “Logi” memiliki pengertian ilmu pengetahuan alam (sains) yang mencakup; biologi, kimia, fisika, matematika dsb. Ditinjau dari sudut pandang biologi (biosain), maka bioteknologi merupakan penerapan (applied); biologi
molekuler,mikrobiologi, biokimia, dan genetika. Dengan demikian, bioteknologi merupakan penerapan berbagai bidang (disiplin) ilmu (interdisipliner). Oleh karena
itu, tidak ada seorangpun yang dapat menguasai seluruh aspek bioteknologi.
Berdasarkan definisi dan pengertian di atas, maka bioteknologi tidak lain adalah suatu proses yang unsur-unsurnya sebagai berikut:
1. Input yaitu bahan kasar (raw material) yang akan diolah seperti; beras, anggur,
susu dsb.
2. Proses yaitu mekanisme pengolahan yang meliputi; proses penguraian atau
penyusunan oleh agen hayati.
3. Output yaitu produk baik berupa barang dan/atau jasa, seperti; alkohol, enzim,
antibiotika, hormon, pengolahan limbah.
imInput PROSES Output
Gambar 1: Skema Proses Bioteknologi
Apapun batasan yang diberikan oleh para ahli yang pasti dalam proses
bioteknologi terkandung tiga hal pokok :
1. Agen biologis (mikroba, enzim, sel tanaman, sel hewan)
2. Pendayagunaan secara teknologis dan industrial
3. Produk dan jasa yang diperoleh.
Dahulu bioteknologi dianalogikan dengan industri mikrobiologi (industri yang
berbasis pada peran agen-agen mikrobia). Tetapi perkembangan selanjutnya,
tanaman dan hewan juga dieksploitasi secara komersial seperti; hortikultura dan
agrikultura. Dengan demikian, “payung” bioteknologi sangatlah luas mencakup
semua teknik untuk menghasilkan barang dan jasa dengan memanfaatkan sistem
biologi.
(Dr. drh. Heru Nurcahyo, M.Kes.
2011 : 3-10)
B.
Prinsip dasar
bioteknologi
Bioteknologi memiliki pengertian
penerapan prinsip-prinsip biologi, biokimia dan rekayasa dalam pengolahan bahan
dengan memanfaatkan agensia jasad hidup dan komponen-komponennya untuk
menghasilkan barang dan jasa. Dengan melihat pengertian tesebut, semua produk
barang dan jasa yang berasal dari jasad hidup atau komponennya dan yang dihasilkan
dari penerapan prinsip-prinsip biologi, biokimia dan rekayasa adalah produk dan
jasa bioteknologi.
Dalam batasan pengertian
bioteknologi, ada beberapa ciri-ciri dari suatu proses bioteknologi yaitu :
- Adanya agen biologi yang dipergunakan.Agen biologi yang dipergunakan ini tidak hanya dalam bentuk fisik yang dipanen, namun juga termasuk didalamnya adalah hasil metabolit sekunder atau enzim yang dihasilkan.
- Penggunaan agen biologi dilakukan dengan satu cara atau metode tertentu.
- Adanya produk turunan dan jasa yang dipakai dari proses penggunaan agen biologi tersebut.
Penerapan dari ciri-ciri
bioteknologi tersebut adalah pada saat pembuatan tempe digunakan jamur Rhizopus
oryzae . Proses ini dilakukan dengan cara dan tahapan tertentu dengan
memanfaatkan enzim yang dihasilkan oleh agen biologi.
Berbagai kemajuan yang dicapai dalam
dibidang ilmu biologi dan ilmu rekayasa lainnya turut mendorong kemajuan
pemanfaatan agen biologi secara lebih maju lagi. Selain itu kondisi kehidupan
saat ini juga menuntut adanay perbaikan terhadap kualitas kehidupan dan
kualitas lingkungan sebagai pendukung.Oleh sebab itu diperlukan teknologi
alternative yang perlu terus dikembangkan. Berikut adalah faktor yang
menyebabkan teknologi alternative perlu dikembangkan:
- Kelaparan yang terjadi akibat tidak seimbangnya populasi manusia dengan tumbuhan pangan yang diproduksi
- Senakin terekspolorasinya kehidupan di dalam laut yang menciptakan banyak sekali potensi untuk dikembangkan dalam berbagai bidang seperti pangan, kesehatan dan biang lainnya.
- Semakin berkurangnya sumber daya bahan bakar fosil dan meningkatnya polusi akibatdari penggunaan bahan bakar fosil tersebut
- Peningkatan pencemaran lingkungan yang memerlukan penanggulangan secara alami
- Penemuan prinsip –prinsip rekayasa genetika dalam penciptaan varietas spesies baru dan terapi penyakit
- Penemuan dibidang kesehatan mulai dari pembentukan antibody,terapi kanker atau tumor,produksi hormone, identifikasi tumbuhan obat yang bermanfaat,serta penemuan lain dibidang farmasi.
C.
JENIS-JENIS BIOTEKNOLOGI
1.
BIOTEKNOLOGO
KONVENSIONAL
Adalah bioteknologi yang menggunakan mikroorganisme sebagai alat untuk
menghasilkan produk dan jasa, misalnya jamur dan bakteri yang menghasilkan
enzim-enzim tertentu untuk melakukan metabolisme sehingga diperoleh produk yang
diinginkan.
Bioteknologi
konvensional merupakan bioteknologi sederhana.
Kelebihan dan Kekurangan
Bioteknologi Konvensional yaitu:
Kelebihan bioteknologi konvensional
a. Meningkatkan nilai gizi dari produk-produk makanan dan
minuman.
b.
Menciptakan
sumber makanan baru, misalnya dari air kelapa dapat diciptakan makanan baru
yaitu Nata de coco.
c.
Dapat membuat
makanan yang tahan lama, misalnya asinan.
d.
Secara tidak
langsung dapat meningkatkan perekonomian rakyat karena bioteknologi sederhana
tidak banyak membutuhkan biaya sehingga masyarakat kecil bisa melakukannya dan
menjual hasilnya untuk keperluan hidup sehari-hari. Contohnya tempe dan tape.
Proses pembuatan tempe dan tape termasuk bioteknologi.
Kekurangan Bioteknologi Konvensional
a. Tidak dapat mengatasi masalah ketidaksesuaian
(inkompatibilitas) genetic
b.
Perbaikan sifat
genetik tidak terarah
c.
Hasil tidak
dapat diperkirakan sebelumnya
d.
Memerlukan
waktu yang relatif lama untuk menghasilkan galur baru
e.
Tidak dapat
mengatasi kendala alam dalam sistem budidaya tanaman, misalnya hama
Bioteknologi Konvensional dalam Bidang Pangan
Penerapan dan contoh bioteknologi
konvensional dalam bidang pangan dapat kita temukan dalam beberapa produk
sebagai berikut.
|
Contoh Produk
|
Keterangan
|
|
Tapai atau tape
|
Dibuat melalui fermentasi ketan atau singkong
menggunakan jamur Saccharoyces cerevisiae. Jamur ini merubah glukosa pada
bahan menjadi asam asetat, energi, alkohol dan karbondioksida.
|
|
Tempe dan oncom
|
Tempe dibuat melalui fermentasi kedelai menggunakan
bantuan jamur Rhizopus sp. yang dapat merubah protein kompleks dari kedelai
menjadi asam amino, oncom hitam dibuat dari fermentasi ampas tahu menggunakan
jamur Neurospora crassa, sedangkan oncom hitam dibuat dari fermentasi bungkil
kacang tanah menggunakan jamur Rhizopus oligosporus.
|
|
Roti
|
Roti terbuat dari bahan utama berupa tepung terigu.
Agar adonan roti dapat mengembang, para pembuatnya biasanya akan menambahkan
ragi roti atau Saccharomyces cerevisiae. Selain membuat adonan roti lebih
mengembang, penambahan mikroorganisme ini juga membuat tekstur roti menjadi
lebih lembut dan tidak bantat.
|
|
Kecap dan tauco
|
Kecap terbuat dari kedelai yang ditambahkan dengan
jamur Aspergilus soyae dan Aspergilus wentii, sedangkan tauco terbuat dari
kedelau yang ditambai bakteri Aspergilus oryzae. Jamur-jamur ini merubah
protein kompleks kedelai menjadi asam amino yang lebih mudah dicerna oleh
tubuh manusia.
|
|
Nata de Coco
|
Nata de coco adalah contoh bioteknologi konvensional
berupa camilan sehat dengan tekstur kenyal. Makanan ini terbuat dari ari
kelapa yang ditambahi dengan bakteri Acetobacter xylinum. Bakteri ini
menrubah gula dalam air kelapa menjadi selulosa yang lebih kenyal dan padat.
Selain dibuat dari air kelapa, nata juga dapat diproduksi dari sari nanas
(nata de pineaplee), sari kedelai (nata de soya), sari biji kakao (nata de
cacao), dan lain sebagainya.
|
|
Acar dan Asinan
|
Sayuran yang difermentasi menjadi asinan atau acar
juga merupakan contoh bioteknologi konvensional. Bakteri-bakteri seperti
Lactobacillus sp., Streptococcus sp., dan Pediococcus sp., merupakan mikroba
penting dalam pembuatan bahan panganan tersebut. Bakteri-bakteri ini mengubah
gula dalam sayuran menjadi asam asetat yang menghasilkan rasa masam.
|
|
Minuman berakohol
|
Anggur, wine, rum, sake adalah beberapa contoh
produk bioteknologi konvensional yang menggunakan lebih dari satu
mikroorganisme dalam proses pembuatannya. Misalnya dalam produksi alkohol,
pati dari ketan atau bahan berkarbohidrat lainnya diubah menjadi glukosa
menggunakan bantuan jamur Aspergilus. Glukosa tersebut kemudian diubah
menjadi etanol mengunakan bantuan jamur Saccharomyces.
|
|
Sufu atau Keju Kedelai
|
Sufu terbuat dari gumpalan protein kedelai yang
dihasilkan dari proses fermentasi jamur Actinomucor elegans. Meski
jamur-jamur lainnya seperti Mucor hiemalis, Mucor salvaticus, Mucor sufu, dan
Mucor substilissimus dapat digunakan dalam pembuatan bahan pangan satu ini,
jamur Actinomucor elegans lebih banyak dipilih karena lebih ekonomis.
|
|
Tempe Bongkrek
|
Tempe bongkrek adalah hasil sampingan dari produksi
minyak kelapa yang difermentasi menggunakan bakteri Pseudomonas cocovenenans.
Tempe bongkrek bisa bersifat racun jika dalam proses pembuatannya terjadi
kontaminasi bakteri Burkholderia cocovenenans. Efek dari racun ini bahkan
bisa membuat terganggunya sistem pernafasan dan menyebabkan kematian.
|
Bioteknologi Konvensional dalam Bidang Lainnya
Penerapan dan contoh bioteknologi konvensional dalam
berbagai bidang lainnya dapat kita temukan dalam beberapa hal berikut.
|
Contoh Produk
|
Keterangan
|
|
Biogas
|
Biogas merupakan salah satu energi alternatif
pengganti minyak bumi yang dihasilkan melalui fermentasi kotoran ternak dan
bahan organik lainnya. Melalui fermentasi ini, bahan-bahan tersebut diubah
menjadi metana yang dapat berfungsi sebagai penghasil energi yang mirip gas
LPG.
|
|
Pengolahan Limbah
|
Sebelum dibuang ke perairan, limbah industri
mengalami serangkaian proses pengolahan untuk menurunkan tingkat
pencemarannya. Pengolahan limbah dewasa ini dilakukan menggunakan bantuan
mikroba pengolah limbah, misalnya Methanobacterium. Bakteri tersebut
menguraikan limbah organik menjadi karbondioksida, metana, dan hidrogen.
|
|
Obat-obatan
|
Contoh bioteknologi konvensional dapat pula
ditemukan dalam produksi obat-obatan. Jamur Penicillium sp. digunakan sebagai
antibiotik penisilin, antibiotik yang perannya sangat penting di dunia
kesehatan untuk mengobati penyakit-penyakit akibat infeksi patogen.
|
( Situs:eBiologi.com. november, 29, 2015 )
2.
BIOTEKNOLOGI MODERN
Adalah
bioteknologi yang menggunakan teknik rekayasa genetika, seperti DNA rekombinan.
DNA rekombinan yaitu pemutusan dan penyambungan DNA, dengan cara kultur
jaringan, kloning, dan fusi sel.
Sekarang bioteknologi berkembang sangat pesat, terutama di negara negara
maju. Kemajuan ini ditandai dengan ditemukannya berbagai macam teknologi
semisal:
·
Rekayasa
genetika, kultur jaringan, DNA rekombinan, pengembangbiakan sel induk, kloning,
dan lain-lain. Teknologi ini memungkinkan kita untuk memperoleh penyembuhan
penyakit-penyakit genetik maupun kronis yang belum dapat disembuhkan, seperti
kanker ataupun AIDS.
·
Penelitian di
bidang pengembangan sel induk juga memungkinkan para penderita stroke ataupun
penyakit lain yang mengakibatkan kehilangan atau kerusakan pada jaringan tubuh
dapat sembuh seperti sediakala.
·
Di bidang
pangan, dengan menggunakan teknologi rekayasa genetika, kultur jaringan dan DNA
rekombinan, dapat dihasilkan tanaman dengan sifat dan produk unggul karena
mengandung zat gizi yang lebih jika dibandingkan tanaman biasa, serta juga
lebih tahan terhadap hama maupun tekanan lingkungan.
·
Penerapan
bioteknologi di saat ini juga dapat dijumpai pada pelestarian lingkungan hidup
dari polusi. Misalnya saja penguraian minyak bumi yang tertumpah ke laut oleh
bakteri, dan penguraian zat-zat yang bersifat toksik (racun) di sungai atau
laut dengan menggunakan bakteri jenis baru.
Berikut ini
adalah daftar kemajuan bidang bioteknologi yang telah diaplikasikan. Mayoritas
didominasi oleh bidang peternakan, perikanan, dan kesehatan.
Bioteknologi dalam Bidang Peternakan dan Perikanan
Penggunaan
bioteknologi guna meningkatkan produksi peternakan meliputi :
·
teknologi
produksi, seperti inseminasi buatan, embrio transfer, kriopreservasi embrio,
fertilisasi in vitro, sexing sperma maupun embrio, cloning dan spliting.
·
rekayasa
genetika, seperti genome maps, masker asisted selection, transgenik,
identifikasi genetik, konservasi molekuler,
·
peningkatan
efisiensi dan kualitas pakan, seperti manipulasi mikroba rumen,
·
bioteknologi
yang berkaitan dengan bidang veteriner (Gordon, 1994; Niemann dan Kues, 2000).
Teknologi reproduksi yang telah banyak dikembangkan adalah:
·
transfer embrio berupa teknik Multiple Ovulation and Embrio
Transfer (MOET). Teknik ini telah diaplikasikan secara luas di Eropa,
Jepang, Amerika dan Australia dalam dua dasawarsa terakhir untuk menghasilkan
anak (embrio) yang banyak dalam satu kali siklus reproduksi.
·
cloning telah dimulai sejak 1980-an pada domba. Saat ini
pembelahan embrio secara fisik (embryo spliting) mampu
menghasilkan kembar identik pada domba, sapi, babi dan kuda.
·
produksi embrio
secara in vitro: teknologi In vitro Maturation (IVM), In Vitro
Fertilisation (IVF), In Vitro Culture (IVC), telah berkembang dengan
pesat. Kelinci, mencit, manusia, sapi, babi dan domba telah berhasil dilahirkan
melalui fertilisasi in vitro (Hafes, 1993).
Di Indonesia, transfer embrio mulai
dilakukan pada tahun 1987. Dengan teknik ini seekor sapi betina, mampu
menghasilkan 20-30 ekor anak sapi (pedet) pertahun. Penelitian terakhir
membuktikan bahwa, menciptakan jenis ternak unggul sudah bukan masalah lagi.
Dengan teknologi transgenik, yakni dengan jalan mengisolasi gen unggul,
memanipulasi, dan kemudian memindahkan gen tersebut dari satu organisme ke
organisme lain, maka ternak unggul yang diinginkan dapat diperoleh
Bioteknologi
dalam Bidang Kesehatan dan Pengobatan
Suatu terobosan
baru telah dilakukan di Colorado AS. Pasangan Jack dan Lisa melakukan program
bayi tabung bukan semata-mata untuk mendapatkan turunan, tetapi karena perlu
donor bagi putrinya Molly yang berusia 6 tahun dan menderita penyakit fanconi anemia. Fanconi anemia adalah suatu penyakit yang disebabkan oleh tidak
berfungsinya sumsum tulang belakang sebagai penghasil darah. Jika dibiarkan
akan menyebabkan penyakit leukemia. Satu-satunya pengobatan adalah melakukan
pencakokkan sumsum tulang dari saudara sekandung, tetapi masalahnya,
Molly adalah anak tunggal. Teknologi bayi tabung diterapkan untuk mendapatkan
anak yang bebas dari penyakit fanconi anemia. Melalui teknik “Pra Implantasi genetik diagnosis” dapat dideteksi embrio-embrio yang
membawa gen fanconi. Dari 15 embrio yang dihasilkan, ternyata hanya 1 embrio
yang terbebas dari gen fanconi. Embrio ini kemudian ditransfer ke rahim Lisa
dan 14 embrio lainnya dimusnahkan. Bayi tabung ini lahir 29 Agustus 2000 yang
lalu, dan beberapa jam setelah lahir, diambil sampel darah dari umbilical cord
(pembuluh darah yang menghubungkan bayi dengan placenta) untuk ditransfer ke
darah Molly. Sel-sel dalam darah tersebut diharapkan akan merangsang sumsum
tulang belakang Molly untuk memproduksi darah.
(Universita
Airlangga Surabaya. 2012)
Ø Kelebihan dan Kekurangan
Bioteknologi Modern
Kelebihan /Manfaat Bioteknologi modern:
1.
Di bidang
pertanian dan peternakan yaitu mampu menciptakan bibit-bibit unggul yang akan
memberikan produk bermutu tinggi secara kualitas dan kuantitas , meningkatnya
sifat resistensi tanaman terhadap hama dan penyakit tanaman.
2.
Di bidang
Lingkungan dan pelestarian yaitu mengatasi masalah pelestarian species langka
dan hampir punah. Dengan teknologi transplantasi nukleus, hewan / tumbuhan
langka bisa dilestarikan.
3.
Di bidang
kesehatan, mampu menciptakan produk obat untuk penyakit. Misalnya : penyakit
kelainan genetis dg terapi gen, hormon insulin, antibiotik, antibodi
monoklonal, vaksin.
4.
Di bidang
industri, mampu menciptakan pemberantas hama secara biologis (Bacillus
thuringensis) dan tanaman tahan hama dalam tubuhnya disisipi gen bakteri
(tanaman transgenik).
5.
Di bidang
pertambangan, mampu melakukan pengolahan biji besi (Thiobacillus ferrooxidans),
membantu manusia mengatasi masalah sumber daya energi.
Kerugian
Bioteknologi Modern
Di bidang Etika/ Moral
·
Ada masyarakat
yang menganggap bahwa menyisipkan gen suatu MH ke MH bertentangan dengan nilai
budaya dan melanggar hukum alam
·
Penyisipan gen
babi ke dalam buah semangka dapat membawa konsekuensi bagi penganut agama
tertentu.
Di bidang sosial ekonomi
·
Menimbulkan
kesenjangan antara negara/ perusahaan yang memanfaatkan biotekno-logi dengan
yang belum memanfaatkan bioteknologi (negara dunia ke tiga).
·
Hak paten hasil
rekayasa, swastanisasi dan konsentrasi bioteknologi pada kelompok tertentu
membuat petani tradisional tidak dapat mengadakan bibit sendiri dan para
peneliti harus mendapatkan ijin terlebih dahulu sebelum melakukan penelitian
menggunakan bibit-bibit hasil rekayasa tersebut.
Dampak di bidang kesehatan
·
Ada produk
hasil rekayasa genetik yang disinyalir menimbulkan masalah serius, misalnya
kematian akibat penggunaan insulin, sapi penghasil susu yang disuntik dengan
Hormon BGH mengandung bahan kimia yang berbahaya, tomat Flavr Savr diketahui
membawa gen resisten terhadap antibiotik.
·
Penggunaan
insulin hasil rekayasa telah menyebabkan 31 orang meninggal di Inggris.
Dampak terhadap lingkungan
Dampak terhadap lingkungan
·
Pelepasan
organisme transgenik ke alam dapat keseimbangan alam dan kelestarian organisme.
Pencemaran biologi, karena apabila makhluk hidup transgenik lepas ke alam bebas
dan kawin dengan makhluk normal dapat menghasilkan keturunan yang mutan.
Contoh Produk Bioteknologi Modern
|
No
|
Produk
|
Kegunaan
|
|
1
|
Interferon
|
Melawan infeksi, meningkatkan sistem kekebalan
|
|
2
|
Insulin
|
Mengontrol kadar gula darah (diabetes mellitus).
|
|
3
|
Vaksin
|
Meningkatkan kekebalan tubuh
|
|
4
|
Penicillin
|
Antibiotika, melawan infeksi oleh bakteri atau jamur
|
|
5
|
Hormon pertumbuhan
|
Melawan kekedilan, untuk penyembuhan
|
|
6
|
Beta endorfin
|
Mengurangi rasa sakit
|
|
7
|
Activator plasminogen
|
Melarutkan darah beku, mencegah stroke
|
|
8
|
Inferleukun 2
|
Mengaktifkan sistem kekebalan
|
|
9
|
Antibodi monoklonal
|
Menyerang dan membunuh sel tumor atau kanker
|
|
10
|
Enzim
|
Meningkatkan reaksi/biokatalisator baik untuk
keperluan manusia maupun industri
|
(DR
Setiyaningsih. 2014)
Rangkuman
Ø Bioteknologi merupakan kumpulan dari berbagai bidang keahlian, yakni:
biokimia, mikrobiologi, biologi molekuler dan seluler, genetika, embriologi,
immunologi, biologi reproduksi dan ahli komputer. Semua orang yang menguasai
bidang-bidang ilmu tersebut harus dapat bekerja dalam satu tim. Dengan
demikian, aktivitas bioteknologi dapat dilakukan untuk memberi nilai tambah
bagi industri yang telah memanfaatkan bioteknologi.
Ø ada beberapa ciri-ciri dari suatu proses bioteknologi
yaitu :
1.
Adanya agen
biologi yang dipergunakan.Agen biologi yang dipergunakan ini tidak hanya dalam
bentuk fisik yang dipanen, namun juga termasuk didalamnya adalah hasil
metabolit sekunder atau enzim yang dihasilkan.
2.
Penggunaan agen
biologi dilakukan dengan satu cara atau metode tertentu.
3.
Adanya produk
turunan dan jasa yang dipakai dari proses penggunaan agen biologi tersebut.
Ø Bioteknologi konvesional Adalah bioteknologi yang menggunakan mikroorganisme sebagai alat untuk menghasilkan
produk dan jasa, misalnya jamur dan bakteri yang menghasilkan enzim-enzim
tertentu untuk melakukan metabolisme sehingga diperoleh produk yang diinginkan
Ø Bioteknologi modern Adalah bioteknologi yang menggunakan
teknik rekayasa genetika, seperti DNA rekombinan. DNA rekombinan yaitu
pemutusan dan penyambungan DNA, dengan cara kultur jaringan, kloning, dan fusi
sel.
Isian
1. Apa
yang dimaksud bioteknologi?
2. Jelaskan
perbedaan bioteknologi konvensional dengan bioteknologi modern.
3. Tuliskan
lima contoh hasil bioteknologi yang dapat Anda temukan sehari-hari
4. Apakah ciri-ciri proses bioteknologi?
5. Jelaskan keuntungan digunakan teknik kultur jaringan
dalam memperbanyak tumbuhan!
6. Jelaskan dampak positif dari bioteknologi bagi kehidupan!
7. Jelaskan peran bioteknologi dalam bidang pengelolaan lingkungan!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar